Cara Kerja Lampu Flip Flop

IMAG1298

Liburan kenaikan kelas 3 kali ini dipenuhi dengan kekosongan yang luar biasa. Biasanya kalo dulu, waktu kosong adalah waktu ngeblog, kalo sekarang kosong ya bengong. Yah, dari pada ga ngapa-ngapain cuma bengong, saya mencoba mencari hal yang lain, merakit komponen dalam rangka membuat lampu flip-flop. Berawal dari rasa penasaran, bagaimana cara kerjanya, akhirnya cari tau sana-sini, belajar sini-situ, dengan modal tidak tau, belajar membuat lampu flip-flop ini seperti layaknya bermain. Padahal kalo dari segi pelajaran, ini termasuk belajar fisika tentang rangkaian elektronik, yang biasanya rata2 remaja merasa bosan belajar beginian.

Dengan modal hampir mendekati 0 ( baca limit -> 0 , :mrgreen: ) saya mencoba belajar dari awal, apasih resistor itu, untuk apa kapasitor, bagaimana kerja transistor dsb. Walau sepertinya bagi kebanyakan orang berdiam diri berjam-jam untuk membaca sekaligus mencerna benda-benda ini semua, adalah sukar sekali, tapi tidak bagi saya, dan tidak kali ini, otak saya akhirnya berjalan lagi ( setelah sekian lama berdebu ). Seperti biasa, saya belajar ini secara otodidak ( sebelumnya otodidak web programming ). Dan selama 3  hari bermain seperti ini, ternyata tidak sia-sia. Beginilah hasilnya.

Lampu Flip-Flop

Lampu Flip-Flop

Jadi ini merupakan rangkaian elektronik pertamaku. Sebenernya di sekolah emang ada eskul robotik, tapi karena mungkin dasarnya males dan belom ada rasa seneng sama robotik, jadinya sejak kelas 1 sampe pertengahan kelas 2, saya ga ngikutin itu. Yah, kalo ngikutin paling cuman ikut lombanya doang. Biasanya yang dibuat sama tim robotik sekolah saya tu line follower, dan parahnya saya sama sekali ga ngikutin tu pembuatannya. Tiba2 aja ada lomba, trus saya ikut. Saya berani ikut lombanya soalnya lebih gampang, cuman pencet tombol doang, jalan deh, terus menang, padahal hasil jerih payah temen2 saya. Berulang kali pasti begini. Sampai akhir kelas 2 saya baru sadar, kalo ternyata asyik juga.

Udah cukup ya, basa-basinya, sekarang saya akan memulai topik yang akan kita bahas. Lampu Flip-Flop. Lampu Flip-Flop, secara sederhana dapat diartikan 2 atau lebih lampu yang secara bergantian mati dan menyala. Sesuai judul, saya akan membahas cara kerja Lampu Flip Flop ini, bukan cara pembuatannya. Untuk penjelasan, agar mudah dipahami saya menggunakan 2 buah led saja.

Skema diatas mempunyai komponen sbb

  • 2 Led ( gambar segitiga itu )
  • 4 Buah resistor ( 2 resistor 470 dan 2 resistor 100k )
  • 2 Kapasitor ( 10uF, baca 10 mikrofarad )
  • 2 Transistor ( 2N3904 )
  • 1 Sumber ( 9V )

Led
Merupakan komponen yang akan menyala, jika dilewati tegangan dan arus yang sesuai. Lampu led ada banyak warna, setiap warna, berbeda antara tegangan dan arus satu sama lain.

Infra merah : 1,6 V
Merah : 1,8 V – 2,1 V
Oranye : 2,2 V
Kuning : 2,4 V
Hijau : 2,6 V
Biru : 3,0 V – 3,5 V
Putih : 3,0 – 3,6 V
Ultraviolet : 3,5 V

Resistor
Komponen yang berguna untuk memberi resistensi atau hambatan pada rangkaian.  Sesuai dengan hukum Ohm R=V/I. Maka dengan resistor ini kita dapat mengubah kebutuhan tegangan dan kuat arus  agar sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan led. Cara membaca besarnya resistensi bisa dilihat disini :D

Transistor
Nah, ini yang merupakan komponen penting dalam rangkaian flip flop. Transistor memiliki 3 kaki, C ( kolektor ) B ( basis ), E ( emitor ). Transistor disini berfungsi sebagai saklar otomatis.

NPN Transistor

Ada 2 jenis transistor NPN ( Negative Positive Negative ) dan PNP ( Positive Negative Positive  ). Dalam konteks ini, saya hanya akan menjelaskan yang NPN. Ketika kaki basis diberi tegangan dan arus yg sesuai, maka transistor dalam keadaan on, akibatnya akan ada arus dari kolektor ke emitor, yang besarnya lebih besar dari tegangan dan arus dari basis. Jika tidak ada arus yang mengalir kedalam basis, atau tegangan yang diberikan ke basis kurang, maka transistor dalam keadaan off.

Kapasitor
Selain transistor, kapasitor juga penting. Kapasitor berfungsi sebagai penyimpan muatan arus listrik. Ketika kapasitor dialiri arus listrik dari kutub – ke + milik kapasitor, maka kapasitor akan men-charge. Ketika muatan yang ada dalam kapasitor sudah penuh, secara otomatis kapasitor akan mengeluarkan muatannya dari + ke – milik kapasitor.

Berikut kronologi kejadian lampu flip flop :D

  1. Arus listrik mengalir hingga mengisi 2 kapasitor.
  2. Kapasitor yang terisi penuh duluan, dia yang akan mengeluarkan muatannya pertama kali.
  3. Kapasitor 1 mengeluarkan muatannya hingga mengenai basis pada transistor 1. Jika muatan yang dikeluarkan kapasitor 1 sesuai yang diperlukan basis dalam mengaktifkan transistor 1. Maka transistor 1 dalam keadaan on, sehingga arus diperbolehkan melewati kolektor ke emitor.
  4. Akibatnya led 1 yang berhubungan dengan transistor 1 ini akan menyala.
  5. Sedangkan kapasitor 2 dalam keadaan off, karena muatan dalam kapasitor 2 belum bisa dikeluarkan. Sehingga led 2 tidak menyala. Walau ada muatan yang mengalir dari kolektor ke emitor transistor 2, namun masih belum cukup untuk membuat led 2 menyala.
  6. Ketika kapasitor 1 kehabisan muatan, secara otomatis kapasitor 2 mengeluarkan muatan, sehingga mengaktifkan transistor 2, dan led 2 menyala. Sedangkan kapasitor 1 masih mengisi muatan, sehingga transistor 1 off, mengakibatkan led 1 juga off.
  7. Seterusnya di ulang lagi.

Bagi yang masih belum mudeng, silahkan bertanya. Kalo ada master yang lagi baca ini, tolong koreksinya kalo ada yang salah. Saya masih dalam belajar soalnya. hehe.. :mrgreen:

Semoga bermanfaat

Category: Electrical
28 tanggapan pada “Cara Kerja Lampu Flip Flop” { + }
  1. giewahyudi berkata

    Lampu flip-flop ini aplikasinya buat lampu apa sih, Mas?
    Saya kok baru tahu,

    • tomi berkata

      biasanya untuk lampu merah mas.. kan merah nyala lainnya mati, hijau nyala lainnya mati :D

      CMIIW hehehe

    • wong gendeng berkata

      ya buat lampu merah msok gk ngrti lk gk ngrti brarti gobloookkkkk//////////////…………………………….

  2. mas-tony berkata

    saya dulu bikin plip plop ini masih ingat waktu SD kelas 6, belajar pegang solder n bikin radio MW kalo ga salah, namun cara kerjanya tidak sampai mempelajadi detailnya

  3. riza berkata

    kebetulan lewat, makasih saya baru sadar tegangan kerja LED warna itu beda2 ternyata… (ampun padahal dah 3 taun d dunia elektro)
    thx buat penulis,

    @gie., aplikasi flip-flop ini buat lampu kuning yang nyala mati (d daerah keluar masuk kndaraan gede), atau d jalan raya tepatnya pas ada gerbang/ pintu perlintasan kereta api, atau itu loh lampu motor yang nyala mati.

    Lampu lalu lintas merah-kuning-hijau juga bisa, tapi flip-flop nya dah lebih canggih, bsa juga pake pemrograman, makanya ada angka hitung mundurnya klo d perempatan.

    tambahan: R 470 itu untuk menjaga LED biar gak putus
    R 100K itu kerja sama C 10uF untuk periode lamanya LED menyala, rumus nya T = 0,7 x R x C
    nah, rangkaian di atas itu lama waktu LED nya menyala sekitar 0.7 x 100K x 10uF = 0,7 detik (limit -> 1 detik)
    btul gak agan penulis???

    • Hanif berkata

      kalau R 100K itu dikurangi hingga memasukki batas triger transistor bisa” transistor menyala terus dong?

      tolong jawabannya..

  4. shulthon berkata

    cara mengetahui yang mana kaki emiter atau basis atau colector dari mana? thx

  5. Salim berkata

    Hem, cuma bisa nyimak aja … – ” Waktu 1 detik, bisa aku gunakan untuk membaca 1 kata yang berguna 10 tahun mendatang ” – hehe .. :)
    #SalamKenal

  6. alikonoha berkata

    trimakasih atas ilmunya

  7. aditya andromeda berkata

    saya kok bikin kaya gini tapi yang lampunya ada empat percis kaya di foto di atas, tapi yang nyala ko cuma 1 lampu ya? Mohon penjelasannya…
    Makasih….

    • akiedo berkata

      mungkin itu kaki lampunya kebalik waktu nyolder,coba di balik

  8. tito tresno berkata

    cara kerja nya kok berbeda dari gambar skema rangkaian,,, kalo saya liat dari gambar arus yg masuk bukan langsung melewati kapasitor tapi transistor dulu ?? :) maaf hanya menyalurkan pendapat,, silahkan di ralat :D

  9. Andrew Thompson berkata

    I never thought that could be that easy!

  10. Kenneth Moore berkata

    Sesuai judul, saya akan membahas cara kerja Lampu Flip Flop ini, bukan cara pembuatannya.

    • Adit berkata

      seharusnya kapasitor 470 uf :)
      kalau 10uf led nya terlalu cepat berkedip :o

  11. Kenneth Moore berkata

    I love your blog.

  12. selga berkata

    penjelasannya salah krn resistor ga dianggap. coba aja tanpa resistor paling tidak di simulator, ga akan jalan. aku sendiri juga masih bingung kenapa resistor fundamental di rangkaian ini.

  13. Hanif berkata

    Mas saya masih bingung dengan cara kerjanya yg flip flop bergantian..

    secara rangkaian saya lihat harusnya ketika pertama kali rangkaian berjalan maka kedua capasitor akan saling men-charge dan memang siapa penuh duluan dia akan men-triger transistor dan led nyala..
    namun yg saya bingungkan kenapa ketika capasitor satu penuh dan menyalakan led, capasitor satunya bisa menahan agar tidak mengelurakan muatannya sampai muatan capasitor satunya benar” habis yang menyebabkan led mati? nah baru ketika led sudah mati menandakan habisnya muatan capasitor satunya mengeluarkan muatannya..

    harusnya kalau hanya sekedar selisih waktu charge led bisa menyala dan mati dalam waktu yg bersamaan.. namun nyatanya bekerja bergantian..
    terimakasih atas jawabannya..

  14. way back in college! It’s a mess. I never get a green light out of my circuit. And followed with a failing grade. Unfortunately.

  15. Jeffry X. Hardy berkata

    Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor merupakan lampu variasi yang dapat digunakan sebagai hiasan atau dikembangkan sebagai lampu variasi pada motor atau mobil. Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor ini dapat dioperasikan dengan sumber tegangan DC dari 3 volt hingga 12 volt. Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor ini terdiri dari 2 buah LED yang dikendalikan oleh 2 buah transistor FCS9013 yang berfungsi sebagai saklar. Nyala lampu pada “ Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor ” ini akan bergantian antara LED 1 dan LED 2 dengan interval nyala dan padamnya lampu dikontrol oleh waktu pengisian dan pengosongan kapasitor pada rangkaian tank RC R 22 KOhm dan C 47 uF. Untuk membuat Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor ini dapat dilihat skema rangkaian dan komponen yang digunakan seperti pada gambar berikut.

  16. Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor merupakan lampu variasi yang dapat digunakan sebagai hiasan atau dikembangkan sebagai lampu variasi pada motor atau mobil. Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor ini dapat dioperasikan dengan sumber tegangan DC dari 3 volt hingga 12 volt. Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor ini terdiri dari 2 buah LED yang dikendalikan oleh 2 buah transistor FCS9013 yang berfungsi sebagai saklar. Nyala lampu pada “Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor” ini akan bergantian antara LED 1 dan LED 2 dengan interval nyala dan padamnya lampu dikontrol oleh waktu pengisian dan pengosongan kapasitor pada rangkaian tank RC R 22 KOhm dan C 47 uF. Untuk membuat Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor ini dapat dilihat skema rangkaian dan komponen yang digunakan seperti pada gambar berikut.

  17. Donn E. Huff berkata

    Rangkaian sederhana lampu flip flop ini menggunakan TDR (Time Delay Relay) atau yang kita kenal dengan Timer dalam proses kerjanya. Penggunaan Tmer ini sangat penting dalam rangkaian lampu flip flop ini, karena kita dapat dengan mudah mengatur periode waktu masing masing lampu ketika ia bekerja/nyala.

  18. Bert Burton berkata

    Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor merupakan lampu variasi yang dapat digunakan sebagai hiasan atau dikembangkan sebagai lampu variasi pada motor atau mobil. Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor ini dapat dioperasikan dengan sumber tegangan DC dari 3 volt hingga 12 volt. Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor ini terdiri dari 2 buah LED yang dikendalikan oleh 2 buah transistor FCS9013 yang berfungsi sebagai saklar. Nyala lampu pada “Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor” ini akan bergantian antara LED 1 dan LED 2 dengan interval nyala dan padamnya lampu dikontrol oleh waktu pengisian dan pengosongan kapasitor pada rangkaian tank RC R 22 KOhm dan C 47 uF. Untuk membuat Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor ini dapat dilihat skema rangkaian dan komponen yang digunakan seperti pada gambar berikut.

  19. Gino Sparks berkata

    Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor merupakan lampu variasi yang dapat digunakan sebagai hiasan atau dikembangkan sebagai lampu variasi pada motor atau mobil. Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor ini dapat dioperasikan dengan sumber tegangan DC dari 3 volt hingga 12 volt. Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor ini terdiri dari 2 buah LED yang dikendalikan oleh 2 buah transistor FCS9013 yang berfungsi sebagai saklar. Nyala lampu pada “Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor” ini akan bergantian antara LED 1 dan LED 2 dengan interval nyala dan padamnya lampu dikontrol oleh waktu pengisian dan pengosongan kapasitor pada rangkaian tank RC R 22 KOhm dan C 47 uF. Untuk membuat Rangkaian Lampu Flip-Flop 2 Transistor ini dapat dilihat skema rangkaian dan komponen yang digunakan seperti pada gambar berikut.

  20. Chris Z. Chan berkata

    Rangkaian lampu flip flop ini merupakan rangkaian free runing multifibrator yang diberikan beban berupa LED pada setiap sisi transisi perubahan sinyal outputnya. Rangkaian lampu flip flop dengan LED ini cukup sederhana, yaitu disusun dengan 2 unit transistor 2N3904 dan 2 unit rangkaian tank circuit yang disusun dengan rangkaian RC. LED sebagai indikator perubahan sinyal yang dipasang pada setiap sisi rangkaian lampu flip flop ini akan menyala secara bergantian dengan waktu menyala dan padam sama dengan proses charge dan discharge muata kapasitor. Rangkaian lampu flip flop ini cukup sederhana seperti terlihat pada gambar berikut.

  21. Mizan berkata

    Makasiyh indormasinya

Tinggalkan balasan

Untuk menampilkan foto atau gambar anda pada komentar, silahkan registrasi dulu di Gravatar.
Saya tidak menjawab komentar yang tidak membutuhkan jawaban. :)